Desty Sri Lestari

  • Home
  • Resensi Buku
  • Puisi
  • Cerita
    • Opini
    • Jejak
      • Episode Baru Bagian Pertama
      • Ia Bernama Ranah Mengaki
      • Drama Magang, dari ICC loncat Kemenag JakSel
      • Sosok Bapak
Detik 246 selepas petang.
Seduhan kopi panas, kepulan aroma khas, cemilan-cemilan yang dibungkus merek iklan di tipi-tipi, bebatuan, gubuk tua di pinggir danau. Tunggu-tunggu apalagi, tiupan lilin bukan? Ah tidak, lebih tepaknya korek api bukan? Iya, detailnya memang tak pernah kuingat dengan jelas, hanya bahagia. Itu saja. Sederhana bukan?

---
Aku berkisah tentang cerita beberapa waktu lalu.
September terasa begitu menyenangkan, dimana kali pertama mauku dan maumu bertemu. Ada bebatuan di tepian danau, ada ucapan selamat mengulang hari lahir tanpa tiupan lilin pada umumnya. Sederhana, tapi tak pernah pudar di telan masa. Peluhku berjarak dekap, "kita kemana?, sudah nikmati saja- katamu.

Oktober terasa begitu diuntungkan, aku diandaikan wanita yang jatuh cinta bukan kepalang. Tahukan rasanya seperti apa? Katanya, jatuh cinta adalah pembodohan yang tak bisa di sangkal. Beberapa kali  bertengkar, tapi sadar sulit melepaskan.
November terasa lebih dingin. Kau tau hujan?  Tak seperti orang, Aku tak punya kisah indah tentang hujan. Namun tak pernah bosan berkisah malam.



------
"kita kemana? Sudah nikmati saja.-katamu.

------
"jadi, aku lewatin jalan ini sudah tiga kali ya". Kamu ngitung?-katamu.

------
"kamu mau bantuin aku ga?-
 Apa?
"buka map, kita nyasar"

-----
"Simpen ya, aku titip"- katamu
Foto? Biar apa?
"Biar kamu kangen terus"

------


------

Tentang hari ini

Aku bertemu seorang teman, hujan menahan kami untuk beberapa jam. Pun akhirnya kami memutuskan untuk berteduh sejenak di warung kopi. Aku memesan beberapa minuman dingin -sudah tau hujan masih saja memesan minuman dingin, serupa denganku, ia memesan minuman dingin pula. Kami mengobrol banyak hal. Bercerita kisah ini dan itu, tugas kuliah yang beberapa kali membuat kami sedikit bingung karena menuntut untuk segera rampung, sampai pada obrolan receh mengenai kisah asmara kami yang sebenarnya tak begitu menarik untuk di bahas. 
Semesta peduli, hujan tak begitu lama tumpahnya. Kami memutuskan  pergi lalu membayar tagihan di kasir. Selayaknya pertemuan, kamipun dipisahkan ojeg online dengan tujuan masing-masing. Tujuanku berakhir pada tempat yg kusebut kosan, ku dapati beberapa tumpuk kertas berisikan kata yang harus sesegera mungkin direvisi ulang.
Hingga malam menjelang, selamat ya, aku harus begadang :)



Postingan Lebih Baru Beranda

Arsip Blog

  • ►  2025 (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2021 (3)
    • ►  April (2)
    • ►  Maret (1)
  • ►  2020 (15)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  September (4)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (9)
  • ►  2019 (6)
    • ►  Maret (3)
    • ►  Februari (3)
  • ▼  2018 (2)
    • ▼  Desember (2)
      • September Pertama
      • Kicau
Foto saya
Desty Sri Lestari
Sedang belajar memahami banyak hal, antusias dengan berbagai macam pengalaman orang, sedang menyicil ketertinggalan :)
Lihat profil lengkapku

Pengikut

POPULAR POSTS

desty_dyfa

  • Designed by OddThemes | Distributed by Gooyaabi Templates