Desty Sri Lestari

  • Home
  • Resensi Buku
  • Puisi
  • Cerita
    • Opini
    • Jejak
      • Episode Baru Bagian Pertama
      • Ia Bernama Ranah Mengaki
      • Drama Magang, dari ICC loncat Kemenag JakSel
      • Sosok Bapak

Ciputat 01.15

Bahkan sampai dimana kita bertemu
Puisi ku masih tentang mu
Tiap gores lukis ku
Masih saja tangis mu
Atau deru nafas masih perihal canda dahulu
Siapapun takkan pernah terpikir
Kamu yang lenyap
Kini kembali hadir
Sengaja tak ku hirau
Agar kamu hilang
Lalu aku merindu







Pukul 22.09 di kamar kosan

Selamat malam, lagi. Kebetulan ketika sedang menulis ini diluar baru saja reda hujan. Sebelumnya telah menyelesaikan rutinitas magang yang mewajibkan saya-atau kami, untuk segera mungkin mengumpulkan sebuah laporan di awal semester mendatang. Semester 6.

Sebelum isya berkumandang, bapak telpon katanya, aku apa kabar. Untuk orang yang seperti bapak, rasanya hal seperti itu saja amat sangat berkesan bagiku. Karena bapak bukan tipikal ayah yang romantis atau humoris pada anak-anaknya.
Bapak kecelakaan, lebih tepatnya jatuh dari motor menghindari kecelakaan.
Pilu, itu saja. Sederet kalimatpun tak mampu mendeskripsikan hatiku saat itu.
Bapak sudah semakin tua, rasanya aga sedikit merasa berdosa ketika tiba-tiba di hampiri kabar seperti itu.
Mengingat bapak pasti sendirian, alih-alih malah menambah rasa bersalah karena sudah jadi anak rantau selama bertahun-tahun, tapi bapak tetap bilang, "Syukuri saja", lantas mau bagaimana?
.
.
 


Selamat malam, semoga kita selalu bahagia dengan hal-hal sederhana maupun tidak.
Akhir-akhir ini merasa sangat menimbang kembali perihal cita-cita. Kadang berpikir apakah ini ambisi semata?
Ingat tidak 2 tahun lalu pernah bilang " kalo lolos di UIN pasti bisa ini itu" nyatanya, kesempatan itu kamu lewatkan cuma-cuma. Iya paham, kadang kondisi dan benturan sana sini aga sedikit menghambat etos kerja, namun apakah harus berhenti di tengah jalan seperti ini?
Bangun, buka catatanmu, buka lagi cita-cita yang sempat kamu tulis.
Kamu terlalu terlena dengan suasana.
Ini belum terlambat, masih ada 1 tahun kedepan, maksimalkan.

Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

Arsip Blog

  • ►  2025 (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2021 (3)
    • ►  April (2)
    • ►  Maret (1)
  • ►  2020 (15)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  September (4)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (9)
  • ▼  2019 (6)
    • ►  Maret (3)
    • ▼  Februari (3)
      • -Satu-
      • Kicau
      • Aku, yang kerdil
  • ►  2018 (2)
    • ►  Desember (2)
Foto saya
Desty Sri Lestari
Sedang belajar memahami banyak hal, antusias dengan berbagai macam pengalaman orang, sedang menyicil ketertinggalan :)
Lihat profil lengkapku

Pengikut

POPULAR POSTS

desty_dyfa

  • Designed by OddThemes | Distributed by Gooyaabi Templates